Gizi Baik Untuk Bayi dan Anak Prasekolah

14/02/2017

Anak adalah titipan Tuhan yang harus kita rawat dan jaga supaya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta dapat berkembang secara mandiri. Salah satu cara untuk hal tersebut adalah asupan gizi yang akurat dan seimbang serta harus dirangsang secara terus menerus agar kreativitasnya dapat tumbuh. Peran orang tua terhadap pemberian asupan gizi anak sangatlah besar. Untuk menjadi anak yang sehat, cerdas, dan mandiri tidak hanya diberikan asupan gizi semata melainkan harus dirawat dengan asah, asih, dan asuh.

Setelah melewati masa bayi (0-1 tahun) maka dimulailah kehidupan yang penuh dengan eksplorasi, yaitu besarnya rasa ingin tahu sikecil terhadap lingkungan disekitarnya, apa yang dirasakan, apa yang dilihat, yang biasa disebut dengan masa golden age, yaitu usia balita (1-5 tahun). Masa ini merupakan puncak dari perkembangan otak anak. Berbeda dengan pertumbuhan otot yang bisa diperbaiki pada masa yang akan datang, perkembangan otak anak tidak bisa diperbaiki lagi.

Untuk anak prasekolah (4-6 tahun), kebutuhan gizi relatif berkurang, pertumbuhan melambat jika dibandingkan dengan masa bayi satu tahun kebawah, dan aktivitasnya banyak. Tetapi mereka masih rawan terhadap penyakit gizi dan infeksi, sehingga kebutuhan gizi yang harus diperhatikan adalah masukan vitamin A dan juga zat besi, selain itu kalsium dan yodium juga sangat diperlukan.

Asupan kalori didapat dari karbohidrat yang merupakan sumber energi utama untuk seluruh kegiatan tubuh, untuk pembakaran sel-sel tubuh termasuk untuk berfikir anak. Sumber karbohidrat diperoleh dari nasi, roti, mie, dan jagung yang merupakan jenis makanan pokok. Sumber energi yang kedua didapat dari makanan yang mengandung lemak, terutama omega 3 dan omega 6 yang merupakan bahan pembungkus serabut-serabut saraf didalam otak, serta untuk mempertajam penglihatan.

Omega 3 dan omega 6 merupakan asam lemak essensial, sehingga tidak dapat dibuat oleh tubuh dan bisa diperoleh dari makanan. Beberapa contoh makanan yang mengandung omega 3 adalah ikan salmon, sarden, tuna, cakalang, dan kacang kedelai. Sedangkan makanan yang mengandung omega 6 adalah kacang-kacangan, biji-bijian, daging, dan susu.

Bagikan?

Tidak ada Komentar

Komentar ditutup.